FISIKA

Sifat bayangan cermin datar
Soal:
Sifat bayangan yang dibentuk oleh cermin datar adalah….
  a.  tegak, sama besar      
  b.  tegak, diperbesar
  c.  tegak, diperkecil       
  d. terbalik, diperbesar
Pembahasan:
Jika sobat berdiri di depan sebuah cermin hias, dipastikan tidak akan pernah bayangan sobat terbalik (kaki di atas kepala di bawah). Bayangan sobat selalu tegak! Selain itu, sobat tidak pernah terlihat lebih gemuk atau lebih kurus di depan cermin hias. Artinya, benda sama besar dengan bayangan benda. Kesimpulannya, sifat bayangan benda yang dibentuk cermin datar adalah tegak dan sama besar.
Nah, jika digunakan cermin cekung atau cermin cembung untuk berhias, akan terjadilah penampakan bayangan  yang tidak diinginkan!

Pemantulan Cahaya Pada Cermin Cekung | Fisika

Pemantulan Cahaya Pada Cermin Cekung | Fisika
Garis PA yang melewati pusat bola dan tegak lurus terhadap permukaan adalah sumbu utama cermin. Jika cahaya dipantulkan dari sisi dalam bola, maka cermin tersebut disebut cermin cekung. Sebaliknya jika cahaya dipantulkan dari sisi luar bola, maka cermin tersebut disebut cermin cembung.
Cermin Cekung
Cermin cekung bersifat konvergen, yaitu bersifat mengumpulkan sinar. Berkas sinar  sejajar sumbu utama dipantulkan mengumpul pada satu titik yang dinamakan titik fokus. Cermin cekung di sebut juga cermin konkaf atau cermin positif.
Pada gambar di atas  di lukiskan cermin cekung. Titik M di sebut titik pusat kelengkungan cermin dan titik O  di sebut vertex. Garis yang melalui titik O dan M  di sebut sumbu utama cermin. Jika sinar dating tidak terlalu jauh dari sumbu utama sehingga titik A dekat dengan titik B, maka FA dan MF mendekati nilai FO. Karena MF = OF maka :
Dengan f adalah jarak fokus cermin.
Sinar – sinar istimewa pada cermin cekung
Ada 3 sinar istimewa yang dapat digunakan untuk menentukan letak bayangan sebuah benda yang berada di depan cermin cekung yaitu:
1.Sinar datang sejajar sumbu utama akan dipantulkan melalui titik fokus


2. Sinar datang melalui titik fokus akan dipantulkan sejajar sumbu utama
3. Sinar datang menuju pusat kelengkungan akan dipantulkan kembali

Sekarang mari kita gunakan ketiga sinar istimewa tersebut untuk menentukan sifat bayangan benda yang berada di depan cermin cekung.


a.Benda berada di ruang 3 ( dibelakang titik pusat kelengkungan M )

Bayangan dihasilkan dari perpotongan sinar pantul sinar istimewa pertama dan kedua
Sifat bayangan :  diruang 2 , diperkecil, terbalik dan nyata


b.Untuk benda di ruang 2 ( antara M dan F )
Bayangan dihasilkan dari perpotongan sinar pantul sinar istimewa pertama dan kedua.
Sifat bayangan : diruang 3, diperbesar, terbalik dan Nyata

c. Benda di ruang 1 ( diantara F dan O )
Bayangan dihasilkan dari perpotongan sinar pantul sinar istimewa pertama dan kedua
Sifat bayangan : diruang 4, diperbesar, tegak dan diperbesar.
1.
Sinar datang sejajar sumbu utama akan dipantulkan seolah-olah datangnya dari fokus (F)
2.
Sinar datang menuju titik fokus (F) akan dipantulkan sejajar sumbu utama
3.
Sinar yang menuju titik pusat kelengkungan P akan dipantulkan kembali seolah-olah bersumber dari P
Pembentukan Bayangan pada Cermin Cembung
  1. Lukis dua buah sinar istimewa (menggunakan sinar datang sejajar dengan sumbu utama yang akan dipantulkan seolah-olah datangnya dari fokus (F) dan sinar yang menuju titik pusat kelengkungan P yang akan dipantulkan kembali seolah-olah bersumber dari P).
    Secara umum setiap sinar datang yang mengenai cermin cembung menggunakan aturan Hukum Snellius dengan menunjukkan setiap titik pantulnya sesuai dengan garis normalnya.
  2. Sinar datang dari depan cermin dan dipantulkan kembali ke depan, perpanjangan sinar-sinar di belakang cermin dilukis sebagai garis putus-putus. Lukisan garis putus-putus menyatakan bahwa sinar seolah-olah berasal dari titik tertentu yang akan menggambarkan bayangan semu.
  3. Perpotongan kedua buah sinar pantul yang dilukis pada langkah 1 merupakan titik bayangan, karena titik perpotongan sinar tersebut yang akan menunjukkan bahwa bayangan akan terbentuk. Jika perpotongan didapat dari sinar pantul terjadi bayangan nyata (sejati), karena titik perpotongan yang terbentuk terletak di daerah bayangan nyata di depan cermin. Akan tetapi jika perpotongan didapat dari perpanjangan sinar pantul, bayangan yang dihasilkan adalah maya (semu), karena titip perpotongan terletak di daerah bayangan semu di belakang cermin. Hendrajaya, et al. (1983) mendefinisikan pengertian benda/bayangan nyata dan maya sebagai berikut:
    Benda nyata
    :
    Jika sinar datang divergen pada permukaan pembias (s > 0).
    Benda maya
    :
    Jika sinar datang konvergen pada permukaan (s < 0)
    Bayangan nyata
    :
    Jika sinar datang konvergen dari permukaan pembias (s’ > 0) berpotongan.
    Bayangan maya
    :
    Jika sinar datang divergen dari permukaan pembias seakan-akan datang dari sebuah titik di pihak lain dari permukaan (s’ < 0).
Tabel 1. Sifat-sifat Bayangan pada Pencerminan Permukaan Sferis
Cermin Cembung
Sejati, tegak, diperbesar
Maya, terbalik, diperbesar
Maya, terbalik, diperkecil
Maya, tegak, diperkecil
 
Share this article :
 

+ comments + 2 comments

May 5, 2013 at 12:55 AM

inimah pelajaran SMP saya gan, sambil merem juga bisa saya ngerjain tugas kaya begini hahaha

May 6, 2013 at 10:44 PM

hahaha, emang pelajaran smp gan

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. BARA ATMAJA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger